My Kiddy Man [Part 1]

Tittle : My Kiddy Man [Part 1]

Main Cats :

Kim Jongin (EXO), Lee Eunhee (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)

Support Cats : Park Chanyeol (EXO), Park Eunyeol (OC), and Others

Genre : Romance

Rating : PG 13

Length: Chaptered

Author : rahmassaseol (@rahmassaseol)

Disclaimer  : Cerita ini hanya fiksi dan murni hasil imajinasi saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gomawo! ^o^

~I’m Grow!~

Author POV

Dua remaja laki-laki berseragam SMA itu kini sedang asyik memainkan jemarinya di atas sebuah keyboard laptop, wajah mereka terlihat sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun, dan sesekali mereka berteriak keras dan saling memaki satu sama lain.

“Ya! Jongin-ah berapa ukuran pinggangmu?” celetuk Chanyeol yang bertanya tiba-tiba.

“Wae? Untuk apa kau ingin tahu ukuran pinggangku?” balas Jongin kembali bertanya.

“Sebenarnya aku tidak ingin tahu, tapi Eunyeol yang memaksaku untuk mananyakannya padamu,” jawab Chanyeol polos dengan mata yang tetap fokus ke arah laptopnya.

“Mwo! Eunyeol? Andwe aku tidak mau! Aku tidak mau memberikan informasi tentang diriku sedikitpun kepada saudara kembarmu yang gila itu,” jawab Jongin pedas yang membuat konsentrasi Chanyeol buyar karena tidak terima saudara kembarnya dihina.

“Ya! Jaga mulut besarmu itu! Eunyeol hanya ingin membuatkan sebuah pants untukmu Jongin-ah,” jawab Chanyeol yang sedikit menaikkan intonasinya.

“Andwe! Pasti dia akan membuatkanku pants yang aneh yang akan mempermalukanku nantinya,” balas Jongin yang masih bersikukuh dengan jawaban awalnya.

“Ya! Sebenarnya ada apa denganmu huh? Kenapa kau sama sekali tidak tertarik pada Eunyeol? Apa adikku itu kurang cantik untukmu?” tanya Chanyeol bertubi-tubi.

“Kau pikir saja sendiri, kurasa kau sudah tahu jawabanku,” jawab Jongin enteng dengan jemari yang masih asyik menari-nari di atas keyboard laptop Chanyeol.

“Ya… ya.. ya, aku sadar kalau Eunyeol itu terkadang jiwanya suka terganggu tapi pada dasarnya dia adalah gadis yang manis dan baik hati. Ya! Jongin-ah apa kau tidak mau menjadi saudara iparku?” ucap Chanyeol yang kembali bertanya dengan pertanyaan retoris.

“Andw…,” kata Jongin terputus karena ia mendengar suara yang tak asing lagi baginya.

“JONGIN-AH! JONGIN-AH! JONGIN-AH! DIMANA KAU? APA KAU ADA DI KAMAR CHANYEOL OPPA?” terdengar suara menggelegar yang mampu membuat seluruh bulu burung merpati berguguran.

“Ya! sepertinya adikmu telah menemukanku, bodohnya aku berkunjung ke rumah sahabat sekaligus markas musuh besarku, annyeong Chanyeol-ah,” ucap Jongin merinding yang kemudian bergerak cepat menyambar ranselnya dan melompat keluar rumah Chanyeol dari jendela kamar Chanyeol yang berada di lantai dua. Yah melompat dengan ketinggian ekstrim itu merupakan salah satu keahlian Kim Jongin yang merupakan anggota klub lompat indah di sekolahnya.

“Oh ne annyeong Jongin-ah, kudo’akan kau selamat sampai di rumah,” jawab Chanyeol ambigu.

BRUAGH!!

“Ya! Eunyeol-ah kenapa kau merusak pintu kamarku lagi hah!” sentak Chanyeol penuh emosi mendapati pintu kamarnya yang sudah hancur.

“Oh miane oppa, apa tadi Jongin datang ke rumah kita?” tanya Eunyeol tanpa rasa bersalah.

“Molla! Dia sudah pulang!” jawab Chanyeol yang masih terbakar amarah.

****************

            Seorang gadis jelita bermata jernih itu terlihat sedang sibuk dengan beberapa tabung reaksi yang ada di hadapannya, jemari-jemarinya yang lentik itu dengan lincah mencampurkan larutan-larutan dari beberapa tabung reaksi ke dalam satu wadah yang sama. Setelah itu ia menunggu beberapa saat sampai larutan-larutan tersebut bercampur sempurna, kemudian ia menuangkan campuran-campuran larutan tersebut ke sebuah pot tanaman bunga Tulip. Sedetik kemudian wajahnya berubah masam karena hasil percobaan yang ia kerjakan tak sesuai dengan harapannya.

            Lee Eunhee, ia adalah seorang gadis berusia 22 tahun yang saat ini sedang melakukan eksperimen untuk bahan pembuatan skripsinya. Ia merupakan mahasiswa termuda yang masuk Universitas Seoul program Magister Science, kemampuannya dalam berpikir dan memecahkan masalah memang sudah tidak bisa diragukan lagi dengan IQ-nya yang mencapai 170, tapi sepertinya itu tidak berlaku pada situasi sekarang ini, saat ini ia terlihat kehilangan gairah untuk terus mencoba. Dengan malas Eunhee melepas jas putihnya dan menggantungkannya di penggantung baju dan kemudian ia berjalan keluar dari sebuah Laboraturium yang sampai saat ini masih menjadi tempat favoritnya untuk melakukan beberapa eksperimen.

“Lee Eunhee!” pekik seorang namja yang membuat Eunhee menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya ke asal suara tersebut.

“Kyuhyun Sunbae? Apa yang sedang kau lakukan di sini?” ucap Eunhee yang terlihat terkejut dengan kehadiran Kyuhyun.

“Mwo? Ya! Seharusnya aku yang bertannya seperti itu kepadamu. Kenapa kau pulang cepat hari ini? Bukankah biasanya kau selalu pulang larut malam?” tanya Kyuhyun dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.

“Hari ini aku gagal lagi membuat serumnya Sunbae, mungkin aku akan menyerah kali ini,” jawab Eunhee dengan kepala tertunduk.

“Ya, kau mana boleh begitu. Bukankah selama enam bulan ini kau sudah berusaha keras?”

“Ne kau benar sunbae, tapi sekarang aku sudah berpikir lebih realistis sunbae. Benar apa yang dikatakan Profesor Kim jika pembuatan serum yang akan mempercepat pertumbuhan itu tidak mungkin tercipta,” jelas Kihyun lemas dengan mata yang enggan menatap lawan bicaranya tersebut.

“Ya Eunhee-ah di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, kau harus yakin bahwa kau akan berhasil nantinya. Saat ini yang kau butuhkan bukanlah kegeniusanmu itu melainkan ketekunan dan usahamu untuk mencapai keberhasilan,” ucap Kyuhyun yang membuat Eunhee berani mengangkat kepalanya dan menatap lawan bicaranya tersebut, matanya yang indah itu kini berbinar seperti bintang.

 “Jika kau ada masalah dengan percobaan eksperimenmu aku akan sukarela untuk membantumu, otte?” lanjut Kyuhyun yang disambut dengan senyuman manis Eunhee.

“Cheomal Sunbae? Wah! Gamsahamnida,” jawab Eunhee girang.

“Ne tentu saja, sekarang beristirahatlah di rumah besok aku akan menunggumu di sini jam sepuluh pagi.”

“Ne, araseo sunbae. Annyeonghaseyo..,” ucap Eunhee semangat yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari Laboraturium tersebut dengan melambaikan tangannya kepada Kyuhyun.

“Eunhee-ah! Jangan lupa untuk membawa semua data tentang eksperimenmu ya!” sahut Kyuhyun dari kejauhan yang di respon dengan sebuah anggukkan mantap dari Eunhee.

***************

JongIn POV

            Aku bernafas lega setelah berhasil lari dari terkaman Singa betina yang akan memakanku hidup-hidup, dan kini aku bisa berjalan pulang ke rumah dengan santai tanpa harus menoleh kebelakang untuk melihat apakah gadis gila itu mengikutiku. Gadis gila itu adalah Park Eunyeol saudara kembar Park Chanyeol selaku sahabat karibku sejak masih di bangku SD, entah kenapa aku tidak bisa bersahabat dengan Eunyeol walaupun kami sudah lama saling mengenal, aku selalu saja menghindar darinya karena tingkah lakunya yang sangat ajaib alias mendekati gila itu.

Eunyeol selalu menempel padaku dan mengikutiku kemanapun aku melangkahkan kakiku, ingin sekali aku pergi meninggalkan Korea dan pergi mengikuti Appa dan Eommaku yang saat ini tinggal menetap di Los Angeles sejak tiga tahun yang lalu, tapi ada satu alasan yang membuatku tetap bertahan tinggal di Korea.

******************

Author POV

            Sebuah mobil silver berhenti di depan sebuah apartemen yang berdiri kokoh di daerah Gangnam, dan sesaat kemudian lelaki tampan berambut ikal keluar dari dalam mobil silver itu. Kakinya yang panjang itu melangkah cepat ke pintu seberang kemudinya lalu membukakan pintu untuk seorang gadis jelita yang sedari tadi tak pernah berhenti tersenyum.

“Sunbae, sebenarnya kau tidak perlu repot mengantarkanku pulang,” ucap Eunhee manis.

“Ah aniyo gwenchana, sudahlah segera masuk ke dalam, cuaca hari ini sangat dingin dan pastikan kau beristirahat yang cukup agar besok kau kembali bersemangat untuk melakukan eksperimen itu lagi,” ucap Kyuhyun panjang.

“Ne, gamsahamnida sunbae,” kata Eunhee yang di balas dengan senyuman oleh Kyuhyun sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.

            Rona bahagia kini terpancar di wajah Eunhee yang cantik, ia melangkah dengan riang masuk ke dalam apartemennya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.

“Ya! Lee Eunhee!” pekik seorang remaja laki-laki yang sedang berlari terburu-buru menghampirinya.

“Ya! Kim Jongin sudah berapa kali aku bilang! Panggil aku Noona! Aku ini lebih tua lima tahun darimu!” balas Eunhee seram. Dan kini rona bahagia di wajahnya mendadak berubah masam.

“Aish! Kau ini cerewet sekali! Shiero! Aku tidak mau memanggilmu noona! Kau tahu wajahmu itu seperti bayi! Jadi mana sudi aku memanggilmu noona,” jawab Jongin kasar yang disambut dengan sebuah jitakan dari kepalan tangan Eunhee.

“Mwo! Dasar anak kecil tidak tahu sopan santun!” ucap Eunhee yang menatap Jongin dengan tatapan menusuk. Kemudian kakinya yang jenjang itu kembali berjalan masuk ke dalam apartemennya tapi lagi-lagi remaja laki-laki itu menghentikannya dengan menahan pergelangan tangan Eunhee.

“Ya! Lepaskan aku! Apa kau belum puas menghinaku tadi huh!” sahut Eunhee kesal dan kini kedua tangannya terlipat di depan dada.

“Ya! Lee Eunhee kau masak apa hari ini?” tanya Jongin enteng.

“Mwooo? Aku memasak Bulgogi hari ini,” jawab Eunhee bingung yang kini mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Joha! Malam ini aku makan di rumahmu kebetulan juga persediaan Kimchiku habis,” kata Jongin seenaknya sendiri yang kemudian melesat masuk ke dalam apartemennya.

“Mwo! Yak! Dasar anak kecil kurang ajar!” pekik Eunhee nyaring sambil berjalan menyusul Jongin masuk ke dalam apartemennya.

****************

            Bau harum daging panggang yang berasal dari dapur sebuah apartemen yang dihuni oleh seorang gadis jelita itu kini menyeruak ke seluruh ruangan, kedua tangannya pun kini sibuk membolak balik daging di atas panggangan agar matang merata. Namun beberapa menit kemudian ia terlihat sedikit terusik oleh suara bel yang berdenting berkali-kali, gadis itupun dengan kesal melangkahkan kakinya menuju pintu masuk apartemennya dan membukakan pintu untuk seseorang yang tadi membuatnya kesal setengah mati.

“Annyeong! Eunhee-ah na waseo,” ucap Jongin yang tersenyum sekilas kepada Eunhee dan kemudian masuk ke dalam apartemen Eunhee tanpa dipersilahkan.

“Ya! Kim Jongin sampai kapan kau akan terus bersikap seperti ini padaku huh? Setidaknya pakailah bahasa formal saat berbicara padaku,” jawab Eunhee seraya membanting pintu masuk apartemennya.

“Shireo! Ya! Apa Bulgoginya sudah siap?” balas Jongin acuh yang kini menatap Eunhee tajam.

“Aish! Percuma aku berbicara baik-baik padamu! Sudahlah! Cepat sana duduk yang manis di kursi meja makan, aku akan menyiapkanya untukmu,” ucap Eunhee frustasi menghadapi sikap Jongin yang selalu seenaknya sendiri.

********************

            Sepasang manusia yang berbeda usia lima tahun itupun kini terlihat berada di sebuah meja makan yang sama, mereka terlihat menikmati makanan yang tersedia sambil sesekali mengobrol sedikit.

“Ya, Jongin-ah bagaimana kabar orang tuamu?” tanya Eunhee membuka pembicaraan.

“Ah mereka baik-baik saja. Ya! Lee Eunhee kau tidak lupa dengan janjimu besok kan?” jawab Jongin.

“Mwoya? Aku berjanji apa denganmu besok?”

“Aish! Sudah kukira kau akan melupakannya, bukankah kau berjanji padaku untuk menemaniku membeli seragam musim dingin?” ucap Jongin kesal yang kini menatap Eunhee tajam.

“Ah! Miane Jongin-ah, aku tidak bisa menemanimu besok, kau pergi beli sendiri saja ne?” jawab Eunhee dengan nada suara menyesal.

“Wae? Kau ada kuliah? Bukankah besok adalah hari Minggu?”

“Ani besok tidak ada kuliah, tapi aku harus ke Kampus untuk menyelesaikan eksperimenku lagi pula aku juga sudah berjanji pada temanku yang dengan sukarela membantuku untuk menyelesaikan eksperimenku besok,” jelas Eunhee yang membuat mata Jongin kini menatapnya curiga.

“Apa yang kau maksud dengan temanmu itu adalah seorang pria yang mengantarmu pulang tadi sore?”

“Mwo? Dari mana kau tahu dia yang mengantarku pulang?”

“Aku melihatmu dengannya di depan gedung apartemen tadi. Ya, Lee Eunhee kau sedang tidak berkencan dengannya kan?” tanya Jongin mengintrogasi.

“Ya! Tentu saja tidak, mana mungkin pria sesempurna dia menyukaiku?” jawab Eunhee terkejut dengan pertanyaan Jongin.

“Yah baguslah jika kau sadar,” ucap Jongin enteng yang direspon dengan lirikan sinis Eunhee yang berhasil menangkap maksud lain dari perkataan Jongin barusan.

“Ya! Apa maksudmu hah!” pekik Eunhee emosi.

“Dasar kau tutup panci! Cepat sekali kau naik darah, sudahlah aku pulang dulu gomaweo untuk makan malamnya, annyeong!” jawab Jongin yang semakin membuat wajah Eunhee memerah dan kemudian melesat cepat keluar dari apartemennya seolah ia tahu apa yang akan dilakukan Eunhee kalau ia tidak cepat-cepat keluar dari apartemennya.

“Yak! Dasar anak kecil kurang ajar!!” pekik Eunhee sekali lagi dengan melemparkan spatula ke arah Jongin yang luput mengenainya karena Jongin berhasil ke luar apartemen terlebih dahulu.

******************

            Perlahan-lahan Eunhee mencoba menenangkan dirinya dengan mengompres dahinya dengan es batu agar pikirannya kembali dingin, perilaku Jongin yang kasar dan seenaknya sendiri itu sering membuat Eunhee naik pitam dan ujung-ujungnya kepalanya selalu pusing tujuh keliling.

            Empat tahun yang lalu Jongin dengan kedua orang tuanya pindah ke apartemen tepat di samping apartemen miliknya, namun satu tahun berikutnya orang tua Jongin pindah ke Los Angeles karena perkerjaan mereka masing-masing tapi sayangnya anak semata wayangnya itu tidak mau mengikuti mereka untuk tinggal menetap di LA. Dengan alasan yang tidak jelas Jongin memaksa untuk tetap tinggal di Korea. Karena sikapnya yang kelewat keras kepala itu, akhirnya orang tuanya pun menuruti keinginan Jongin untuk tetap tinggal di Korea. Namun sikap keras kepala Jongin itu sungguh membuat Eunhee tersiksa karena kepercayaan Appa dan Eomma Jongin agar ia ikut membantu untuk menjaga Jongin karena dialah orang dewasa yang paling dekat dengan Jongin yang tinggal di dekat apartemen mereka.

            Sejanak ia menghembuskan nafas berat sambil memikirkan penyebab Jongin selalu bersikap buruk kepadanya padahal di sekolah ia tidak pernah bersikap tidak sopan kepada guru, kakak kelas, ataupun teman sepantarannya. Sekilas muncul pikiran aneh di benak Eunhee, ‘Apa Jongin itu mempunyai kepribadian ganda?’

*******************

Eunhee POV

            Aku mempersiapkan semua data eksperimenku dan memaksukkannya ke dalam tas tanganku, setelah dirasanya semua beres aku pun melangkahkan kakiku untuk keluar dari apartemenku.

“Ya! Eunhee-ah yang benar saja kau mau ke kampus dengan pakaian seperti itu,” celetuk sebuah suara yang sangat familiar di telingaku.

“Berisik! Apa urusanmu anak kecil!” jawabku judes.

“Kau terlihat seperti akan pergi kencan dari pada pergi ke Kampusmu yang membosankan itu,” balasnya yang membuatku mulai naik darah, tapi aku mencoba untuk tetap tenang agar tak terpancing oleh mulut pedasnya itu.

“Ah! Sudahlah! Aku tidak mau bertengkar denganmu di pagi yang indah ini! Annyeong!” sahutku cepat yang kemudian melangkah terburu-buru meninggalkan Jongin sendiri.

“Ya! Lee Eunhee aku belum selesai bicara tahu! Dasar tutup panci!” pekik Jongin dari kejauhan yang melihatku tiba-tiba berlari melesat cepat meninggalkannya.

*****************

Author POV

Remaja tampan itu hanya bisa menatap kesal punggung seorang wanita yang kian menjauh darinya, deretan gigi-gigi putihnya itupun kini bergemelatuk sebagai tanda luapan emosinya. Jemarinya itupun dengan segera merogoh saku celananya untuk meraih ponselnya.

“Yoboseo. Ya! Chanyeol-ah ayo temani aku! Ingat jangan mengajak Eunyeol bersamamu,” ucap Jongin kepada sahabat karibnya di seberang sana.

“Ne…ne kau dimana sekarang?” jawab Chanyeol malas.

“Kita bertemu saja di café biasanya, aku akan menunggumu di sana.”

“Ne, araseo. Tapi kenapa tiba-tiba kau memintaku untuk menemanimu? Bukankah waktu itu kau bilang tak perlu kutemani?”

“Sudahlah jangan banyak bertanya, lagi pula aku membutuhkan bantuanmu untuk memilih sepatu basketku yang baru,” jawab Jongin yang sedetik kemudian menekan tombol berwarna merah untuk memutus sambungan.

******************

Sinar Matahari kini telah berganti dengan sinar Bulan yang memancarkan cahayanya dengan indah yang membuat sepasang mata jenih milik seorang gadis jelita itu terkagum sampai tangan seorang pria memenggang pundaknya yang membuatnya sontak memalingkan wajah ke arah pria tersebut.

“Oh Sunbae,” ucap gadis bermata jernih itu.

“Kau sedang apa Eunhee-ah?” tanya pria tampan tersebut sambil melongokkan kepalanya keluar jendela untuk mencari tahu apa yang tadi sedang diamati oleh gadis itu.

“Oh aniyo, aku hanya menikmati pancaran sinar Bulan yang indah ini,” jawab Eunhee sambil kembali menatap Bulan dengan kagum yang kemudian diikuti oleh pria yang sedari tadi penasaran tersebut.

“Ya Chukae Lee Eunhee, kau berhasil membuat serumnya,” ucap pria tampan itu yang kini berada dekat di samping Eunhee.

“Aniyo Kyuhyun sunbae, aku tidak akan berhasil tanpa bantuanmu,” jawab Eunhee merendah.

“Kau ini terlalu merendahkan diri Eunhee-ah, ya sudahlah hari sudah larut sebaiknya kita segera pulang. Cepat ganti pakaianmu dan tunggu aku di depan kampus ne?” ucap Kyuhyun yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Eunhee.

“Ne, araseo sunbae,” balas Eunhee dengan anggukan mantap. Kemudian Eunhee pun menutup jendela Laboraturium itu perlahan seakan ia ingin terus memandangi sinar bulan yang indah itu dan ia pun berjalan menuju kamar ganti untuk mengganti pakaiannya.

******************

JongIn POV

            Hari sudah begitu larut, tapi kenapa si tutup panci itu belum juga pulang? Atau jangan dia sedang asyik berkencan dengan pria itu?, pertanyaan-pertanyaan konyol itu tiba-tiba saja melintas di otakku yang berhasil membuatku frustasi karena tidak berhasil menemukan jawabannya. Sudah lama aku menunggu kepulangannya di depan pintu apartemennya tapi batang hidungnya tak juga terlihat, apa dia memang sibuk dengan eksperimennya itu?

            Dengan cepat kuambil ponselku dari dalam saku celanaku dan menekan tombol hijau untuk menghubungi seseorang yang sedari tadi memenuhi banakku.

“Yoboseo? Ya! Lee Eunhee sudah jam berapa sekarang huh! Kenapa kau belum juga pulang?” tanyaku kasar kepada seorang gadis di seberang sana.

“Yak! Tak bisakah kau bertanya tanpa berteriak seperti itu huh! Tidak usah menungguku, sebentar lagi aku juga akan pulang,” jawabnya dengan suara yang cukup keras.

“Ada di mana kau sekarang?” tanyaku lagi.

“Aku masih ada di Laboraturium kampusku, wae?”

“Tunggu di sana aku akan menjemputmu,” jawabku cepat dan langsung memutus sambungan sebelum mendengar jawaban dari Eunhee.

*********************

EunHee POV

“Tunggu di sana aku akan menjemputmu,” jawab Jongin cepat dan langsung memutus sambungan sebelum mendengar jawaban dariku.

“Yak! Kim Jongin! Aish dasar anak ini!” sahutku kesal dengan melempar ponselku ke atas meja. Aku pun berjalan ke kamar ganti untuk mengganti bajuku setelah menelepon Kyuhyun sunbae bahwa aku tidak jadi pulang dengannya.

Terkadang aku tidak bisa mengerti dengan sikap Jongin yang tiba-tiba dan selalu bertindak gegabah, dia selalu meneleponku dengan nada marah jika aku tidak kunjung pulang lebih dari jam sepuluh malam, mungkin dia hanya merindukan sebuah keluarga sebagai tempatnya untuk berkeluh kesah. Jongin sudah kuanggap seperti adikku sendiri, selama tiga tahun ini kami seolah sudah seperti saudara kandung yang saling mengingatkan jika diantara kami ada yang berbuat salah dan saling melindungi satu sama lain, jadi wajar saja jika Jongin mengkhawatirkan aku yang kadang tak kunjung pulang walaupun hari sudah larut.

            Hubungan kami sangat dekat walaupun setiap harinya dia selalu membuatku kesal setengah mati dengan mulut pedasnya itu, mungkin kami sudah memiliki ikatan batin yang kuat sehingga aku tak mampu untuk berlama-lama marah kepadanya mengingat jalan hidupku yang hampir sama dengannya bedanya hanya terletak pada orang tua kami, orang tua Jongin meninggalkannya untuk bekerja sementara orang tuaku meninggalkanku untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sejak umurku tujuh tahun aku hidup di panti asuhan karena tak ada satupun kerabat orang tuaku yang bersedia untuk merawatku, beruntung aku tidak tinggal lama di panti asuhan itu, enam bulan setelahnya aku diadopsi oleh keluarga Lee dan mereka membesarkanku dengan baik seperti anak mereka sendiri, mereka juga yang pertama kali menyadari bakat alamiku dalam memecahkan suatu masalah dengan tepat tanpa harus membutuhkan waktu yang lama dengan IQ-ku yang jauh di atas rata-rata. Mereka sangat bangga dengan bakat alamiku ini sehingga mereka memberikan semua fasilitas yang menunjang bakat alamiku dan menjejaliku dengan berbagai macam pengetahuan, bayangkan saja seorang bocah SD kelas tiga yang mampu membaca skripsi tentang Evolusi Makhluk hidup, menakutkan bukan?

 Keluarga Lee termasuk keluarga yang cukup kaya, mereka memiliki beberapa Planetarium dan beberapa Laboraturium canggih juga sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan sehingga aku bisa belajar dengan tenang dan tak perlu memikirkan biaya sekolahku karena mereka akan senang hati membiayayai sekolahku.

 Aku juga memiliki seorang kakak laki-laki yang sangat menyanyangiku, Lee Donghae namanya, saat ini dia sedang melanjutkan studinya Harvard University. Kakak laki-lakiku  juga memiliki bakat alami yang sama dengannku sehingga ia bisa mendapatkan beasiswa penuh di Harvard. Sebenarnya aku juga bisa masuk dengan mudah ke Harvard University dengan kemampuan luar biasaku tapi aku memutuskan untuk melanjutkan studiku di Seoul University agar bisa menemani orang tua angkatku yang saat ini tinggal di Busan.

**********************

Author POV

Kini Jongin tengah berlari menuju sebuah Laboraturium di dalam Universitas Seoul untuk menjemput Eunhee, pikirannya masih belum bisa tenang sejak tadi pagi, dia selalu memikirkan apa saja yang sedang dilakukan Eunhee bersama pria yang mengantar Eunhee pulang kemarin. Dia pun bernafas lega setelah melihat tidak ada siapa-siapa di dalam Laboraturium itu, ‘Mungkin Eunhee sedang ganti baju,’ pikirnya dalam hati.

“Ya! Lee Eunhee di mana kau?” sahut Jongin yang menggema di seluruh ruangan.

“Ya! Tak usah berteriak seperti itu! aku sedang mengganti pakaianku, tunggu saja di situ,” jawab Eunhee keras dari dalam sebuah kamar ganti.

“Ok araseo,” jawab Jongin mengerti.

*******************

BRUAGH!!!!

Eunhee buru-buru keluar dari kamar ganti setelah mendengar suara dentuman yang ganjal dari dalam Laboraturium tersebut. Seketika rasa khawatir yang teramat sangat menghinggapi perasaanya, rasa khawatir akan terjadi apa-apa terhadap Jongin. Dengan cepat Eunhee mencari asal suara dentuman itu dan ia pun terkejut setengah mati ketika menemukan sesosok pria yang kira-kira berumur 25 tahun tersungkur lemas di bawah meja.

“Ya! Duguseyo?” tanya Eunhee dengan mata membeliak begitu ia mendapati sosok pria asing itu perlahan bangkit.

“Dugu? Ya! Secepat itukah kau lupa padaku? Aku Kim Jongin!” balas pria asing itu dengan suara keras. Eunhee pun menatap pria asing itu tidak percaya, ia memandangi pria itu dari bawah sampai ke atas. Pria itu memakai stelan training yang cukup kecil untuk membalut tubuhnya yang tinggi itu, Eunhee memicingkan matanya untuk mengamati setiap inci stelan training yang tak asing lagi baginya.

“Ya! Pria asing! Kenapa kau bisa memakai training milik Jongin?” tanya Eunhee yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria itu barusan.

“Ya! Lee Eunhee apa kau sudah kehilangan ingatanmu hah! Tentu saja aku memakai training ini karena aku memang Kim Jongin!” balas pria itu yang terlihat sudah kehilangan kesabarannya.

“Ya! Yang benar saja kau adalah Jongin, kau sudah terlalu tua untuk berpura-pura menjadi anak SMA. Jika benar kau adalah Kim Jongin, kau pasti tahu nama panggilanku yang diberikan olehnya,” jawab Eunhee menantang dengan menatap pria asing itu curiga.

“Tentu saja aku tahu si TUTUP PANCI!” ucap pria asing itu mantap yang membuat Eunhee terkejut mendengarnya.

Sekilas Eunhee melihat sesuatu yang ganjal, ia menatap sebuah gelas kimia yang tadi terisi penuh dengan serum yang ia ciptakan itu kini kosong tak berisi, ‘Apa mungkin?’ batin Eunhee.

“Ya! Apa kau tadi meminum cairan yang ada di gelas kimia itu,” tanya Eunhee lirih sambil menunjuk gelas kimia kosong yang berada tepat di sebelah pria asing itu.

“Oh ne aku yang meminumnya, tapi sirup apa itu? kenapa rasanya aneh sekali?” jawab pria itu dengan tampang polos.

“Mwo! Ya! Dasar Jongin BABOOO!!!”

-To be Continue-

Annyeong chingu-chingu ^^

Hehehe sudah lama nih nggak ketemu *Author sok sibuk XDD

Gimana? gimana nih ceritanya? Gk jelas yah? aduh tambah ancur yah? T_T
Miane chingu-chingu kalau ff ini mengecewakan coz ini ff pertamaku yang tokoh utamanya Kai Exo jadi miane banget kalau feel nya nggak dapet sama sekali >.<

Oh iya nih chingu-chingu ada yang udah ada yang nonton drama BIG kah? sebenarnya aku mbuat ff ini karena terinspirasi dari drama itu sama komik Jepang tapi alurnya aku buat beda hehehehe :-D

Oke aku butuh pendapat juga saran kalian yah and jangan lupa buat like sama komen ok?? ^^
*Be a good reader ^o^

 

 

 

 

3 thoughts on “My Kiddy Man [Part 1]

  1. Annyeong …….
    May I call u unnir ???
    Unnirr ffnya kerenn….. ngakak ih ngbayangin wajah Kai waktu dia ngotot dia itu Jongin….
    Hawanya sihh ada Triangle Love yaa ._.v

    Next part di tunggu ^^
    HWAITING !!!

    • Annyeong juga’ salam kenal yahh ^^
      Ok chingu boleh qk manggil aku unni hhehe jadi aku panggil kamu saengi yahh hheh 😀

      Gomaweo saengi ^^ ~kkkkk iya tuh Kai sih main minum ajah tu serum 😀
      hehhehe iya chingu mang triangel love hbis klau gitu banyak konflik yg bisa d bikin hehehh ^^

  2. huahahahah…kkkkk… aduhh ngakak ff nya author…. lgian si jongin ngapaenn sehh minum itu sgala … yg jongin minum itu serum penumbuh (¿¡°) kira kira gmna yah ….kkkk gooodd bwt author…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s