FF: Baby I need Love [Part 3]

Tittle : Baby I need Love [Part 3]

Main Cats :

Cho Kyuhyun (Super Junior), Song Kihyun (OC),  Park Nara (OC),  Choi Minho (SHINEE)

Support Cats : Lee Donghae, Jessica (SNSD), Cho Jinhyuk (OC), Kim Kibum (SHINEE), and Others

Genre : Romance, Family, Married life

Rating : PG 15

Length: Chaptered

Author : rahmassaseol (@rahmassaseol)

Disclaimer  : Cerita ini hanya fiksi dan murni hasil imajinasi saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua!. Gomawo! ^o^

[Prolog] [Part 1] [Part 2]

~The Wedding~

Kyuhyun POV

“Mwo? Apa kau sudah gila hah! Andwe kita harus membatalkan perjodohan ini!” teriaknya keras yang cukup untuk membuat kami menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung restoran ini.

“Ani, aku masih waras,” ucapku datar. Dan betapa menariknya melihat ekspresinya sekarang, matanya membulat lebar dengan dahi berkerut, dia bertambah cantik saat sedang marah.

“ANDWEE! Kita harus tetap membatalkan perjodohan ini. Apa kau tahu aku sudah mempunyai kekasih dan aku sangat mencinta….,” ucapannya terpotong. Kini tatapan matanya itu berusaha menerobos dinding kaca restoran ini, berusaha memastikan sesuatu. Aku tak tahu apa yang sedang ia perhatikan di luar sana.

“Ya! Song Kihyun-shi, gwenchana?” tanyaku sedikit khawatir ketika melihat tubuhnya menegang dan bergetar pelan. Aku mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya, tapi sia-sia karena ia tetap fokus pada arah pandangnya. Dan sedetik kemudian aku mencoba mencari tahu apa yang sedang ia amati dengan mengikuti arah pandangnya. Senyum tipis pun terulas di bibirku.

“Ckck… hah Kibum selalu saja seperti itu, berciuman di tempat umum. Dasar tidak tahu malu…,” ucapku begitu mendapati pemandangan tak sedap itu.

“Kau tahu dia itu pria paling brengsek yang pernah kukenal, dia selalu mengencani gadis-gadis yang berbeda setiap harinya. Dan yah… bisa kau lihat sendiri sekarang tingakah lakunya seperti apa, tak peduli tempat umum atau bukan dia selalu mencumbu gadisnya saat ada kesempatan,” lanjutku sambil terus memandang ke arah sepasang muda mudi yang masih asyik dengan kegiatan mereka ‘berciuman’.

“Benarkah dia sebrengsek itu?” tanya Kihyun, sekilas suaranya terdengar parau.

“Yah dia memang seperti itu, sudah banyak yeoja yang menangis karenanya…,” jawabku. “Tapi kenapa kau bisa mengenalnya? Atau jangan-jangan kau salah satu korbannya?” ucapku lagi sambil terkekeh sedikit. Aku akan tertawa lebar jika benar kekasihnya itu adalah Kim Kibum, hah sungguh menggelikan. Aku pun mengalihkan pandaganku dan kembali menatap Kihyun yang saat ini sudah lenyap dari tempat duduknya.

“Ya! Song Kihyun-shi kau mau ke mana!” ucapku sedikit berteriak terkejut melihatnya kini berjalan cepat menuju pintu keluar. Aku pun buru-buru beranjak dari tempat dudukku untuk mengejarnya.

**************

Author POV

Gadis bermata coklat itu kini tak sanggup lagi membendung air matanya yang kian deras mengalir. Sebuah kenyataan yang terlalu menyakitkan untuknya, membuat hatinya bagai dihujam beribu-ribu batu yang terbakar panasnya bara api. Langkahnya semakin ia percepat ke arah sepasang muda mudi yang tengah asyik bercumbu. Sebenarnya ia tidak ingin melihat sebuah kenyataan yang akan membuatnya hancur, ia ingin berbalik arah dan berpura-pura tidak tahu tentang apa yang dilakukan kekasihnya di belakangnya, tetapi hatinya tak bisa berbohong hatinya tetap bersikeras untuk melihat kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan bahwa kekasih yang selama ini ia cintai telah mengkhianatinya.

“Kibum-ah,” ucap Kihyun lirih kepada seorang namja yang terlihat terusik dari kegiatan awalnya ‘bercumbu’.

“Kihyunie…,” kata Kibum yang kini terperangah menatap Kihyun. Sekilas ada sedikit rasa bersalah terpantul di kedua bola matanya.

“Kibum-ah mengapa kau melakukan ini kepadaku? Apa salahku!” ucap Kihyun dengan suara bergetar. Pandanganya terlihat kabur karena banyaknya air mata yang sudah berkumpul di pelupuk matanya yang mendesak untuk keluar.

“Miane Kihyunie…,” jawab Kibum lemah.

“Mwo! Miane? Ya! Kim Kibum bukan kalimat itu yang ingin kudengar! Katakan padaku bahwa ini semua hanya salah paham! Katakan padaku bahwa perempuan ini bukan siapa-siapa! Cepat katakan!” balas Kihyun berapi-api dengan tangannya yang bergerak-gerak kacau berguncang ke sana ke mari. Suaranya yang terdengar parau itu memperjelas bahwa hatinya kini hancur berkeping-keping.

“Yak! Song Kihyun-shi gwenchana?” tanya seorang namja berambut ikal dengan nafas memburu.

“Kyuhyun-shi….,” jawab Kihyun lemah dengan air mata yang masih deras mengalir.

“Cho Kyuhyun? Kenapa kau bisa ada di sini hah!” sahut Kibum yang terkejut dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba.

“Wae? Dasar kau laki-laki brengsek! Berani-beraninya kau membuat calon isteriku menangis!” ucap Kyuhyun kasar.

“Mwo! Calon isteri? Hah… jika benar seperti itu bukankah kita impas Kihyun-ah. Simpan air mata buayamu itu! dan berhentilah bersikap seolah-olah kau yang tersakiti, bukankah kau dan aku sama saja hah!” tandas Kibum dengan sorot mata menajam ke arah Kihyun.

PLAK!!!

Sebuah tamparan keras mendarat mulus di pipi Kibum, dan namja beralis tebal itu hanya tersenyum licik sambil mengusap sudut bibirnya yang memerah karena darah. Sementara gadis cantik bermata coklat itu kini berlari sekencang mungkin, ia berusaha untuk meredam gemuruh di dadanya.

“Nappeun namja!” umpat Kyuhyun kepada Kibum yang masih setia dengan senyum liciknya, dan sedetik kemudian Kyuhyun berlari mengejar Kihyun.

“Oppa gwenchana?” tanya seorang gadis yang sedari tadi hanya bisa membisu di sisi Kibum, ia menatap Kibum khawatir sambil berusaha membersihkan darah yang masih tersisa di sudut bibir Kibum dengan sapu tangan yang ia punya.

“Ne, gwenchana chagiya. Sampai di mana kita tadi?” jawab Kibum dengan senyum yang tak begitu kentara karena rasa nyeri masih terasa di sudut bibirnya. Dan perlahan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah gadisnya itu, melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.

**************

Kyuhyun POV

“Yak! Song Kihyun-shi! Chamkamanyo!” teriakku kepada seorang gadis yang kini tengah berlari di depanku, tapi sia-sia saja karena ia tak mau berhenti dan terus berlari tanpa tujuan, teriakkanku sama sekali tidak ia hiraukan. Dan dengan langkah kaki yang lebih panjang darinya, aku berhasil meraih lengannya dan merengkuh tubuhnya erat ke dalam pelukanku. Kemudian kubenamkan kepalanya ke dadaku, dan menepuk-nepuk punggungnya pelan agar ia merasa tenang. Dan tak kurasakan pemberontakan yang berarti darinya.

“Gwenchanayo Kihyun-shi, menangislah sepuasmu. Aku akan tetap ada di sini menemanimu,” ucapku lembut sambil membelai rambut panjangnya yang halus. Dan di saat itulah aku merasakan getaran yang hebat dari tubuhnya, aku dapat mendengar isakannya walaupun tak begitu kentara, dan dapat kurasakan sekarang kemeja yang kukenakan terasa sangat basah di bagian dada. Sejenak aku sedikit merasa bersalah padanya, kenapa aku tega sempat berpikir akan menertawakannya jika benar kekasih yang sangat ia cintai itu adalah Kim Kibum.

Lama kami berpelukan.

Perlahan-lahan getaran yang berasal dari tubuhnya itu menghilang dan suara isakannya kini tak lagi terdengar. Dan kini getaran itu berpindah ke dadaku, getaran yang entah mengandung arti apa itu saat ini sedang menggelitik otakku untuk segera mencari tahu. Kenapa dadaku berdebar-debar sekarang? Yang kutahu dadaku hanya akan berdebar-debar saat aku sedang bersama Nara. Tapi kenapa sekarang berbeda? Kenapa sekarang aku berdebar-debar saat sedang bersama Kihyun? Secepat itukah hatiku melupakan Nara? Pertanyaan-pertanyaan konyol itu kini menuntut otakku untuk berpikir keras dan berkonsentrasi agar segera menemukan jawabannya.

Tapi seketika konsentrasiku buyar saat ku rasakan Kihyun buru-buru melepaskan pelukanya dariku. Ia menatapku sekilas lalu kembali berlari meninggalkanku yang masih terpaku dengan mata indahnya yang tadi menatapku sayu. Beberapa detik kemudian aku tersadar dan mendapati Kihyun sudah berada sangat jauh dariku, dapat kulihat punggung mungilnya itu samakin lama semakin tak terlihat lagi.

“Yak! Song Kihyun! Mau kemana lagi kau!”

**************

“Ajusshi! Cepat beri aku satu botol soju lagi!” pekik seorang gadis bermata coklat yang sedang duduk di bar sebuah diskotik. Jemari tangannya membentuk kepalan kecil dan memukul-mukul meja bar tersebut, terkadang ia mengoceh tak karuan jika sang pelayan tidak segera menuruti apa yang ia minta. Kepalanya bergoyang-goyang berusaha mengikuti irama musik yang menggema, sesekali ia berteriak keras sebagai bentuk luapan emosinya yang masih bergejolak.

“Ne…ne Agasshi…” jawab sang pelayan yang dengan cepat mengambil sebotol soju lalu memberikannya pada gadis bermata coklat itu.

Gadis bernama Kihyun itu pun langsung menyambar soju yang diberikan oleh pelayan tersebut dan menuangnya ke dalam gelas kecil. Sudah tak terhitung lagi jumlah botol soju yang berhasil ia habiskan hingga kini membuat kesadarannya berada di ambang batas. Dengan langkah kaki yang sempoyongan ia berusaha bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan ke lantai dansa. Matanya yang mulai kabur itu sudah tak bisa lagi melihat dengan jelas sehingga ia beberapa kali menabrak seseorang.

BRUGH!!!

“Agasshi gwenchana?” kata seorang pria bertinggi semampai sambil membantu Kihyun untuk berdiri dengan benar. Entah sudah berapa jumlah orang yang ia tabrak sekarang.

Kihyun berusaha membuka matanya lebar-lebar untuk dapat menangkap sosok pria yang kini ada di hadapannya itu, dan dengan dahi yang berkerut ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah pria bertinggi semampai itu, ia mencoba memastikan sesuatu.

“Ya! Wajah bayi! Berapa usiamu? Kenapa anak SMA sepertimu bisa masuk ke Diskotik ini hah!” seru Kihyun dengan tangan terlipat di depan dada. Matanya yang sayu menatap curiga kepada pria bertinggi semampai itu.

“Mwo? Wajah bayi? Anak SMA?” ucap pria itu dengan mata terbelalak, ia terkejut mendengar kata-kata Kihyun yang sedikit frontal.

“Geure! Ya! Anak SMA sepertimu seharusnya sekarang ini sedang berada di rumah dan belajar! Dasar anak berandal! Cepat sana pulang! Orang tuamu pasti cemas menunggumu,” balas Kihyun lantang sambil menepuk-nepuk puncak kepala pria bertinggi semampai itu.

“Ya, agasshi aku rasa sepertinya kau sudah mabuk,” jawab pria bertinggi semampai itu, ia mencoba membuat hatinya untuk bersabar menerima segala perlakuan Kihyun yang sedikit keterlaluan.

“Mwo? Kau panggil aku apa? Agasshi? Ya! Wajah bayi! Kau seharusnya memanggilku noona! Kau tahu aku ini lebih tua darimu!”

Pria bertinggi semampai itu mencoba menguatkan hatinya yang mulai diselimuti amarah. Dengan senyum yang sedikit memaksa ia menatap gadis bermata coklat itu sambil mengelus-elus dada. ‘Kenapa ada yeoja gila seperti dia!’ batinnya menjerit.

“Ehmm ne… ne noo..noona,” ucapnya dengan suara berat.

“Heheeh, pintar…pintar,” kata Kihyun terkekeh tak jelas sambil mengacak-ngacak rambut pria bertinggi semampai itu. Dan PLUK! Kepala gadis itu kemudian jatuh ke dalam dada bidang milik pria tersebut, efek soju yang ia minum memaksanya untuk kehilangan kesadaran dan membuatnya kini terbuai di alam mimpi.

“Ya! Agasshi! cepat bangun! Jangan tidur di sini!” racau pria itu panik. “Apakah kau punya seseorang untuk di hubungi?”

*************

Minho POV

Kini aku tengah berusaha membopong tubuh gadis yang tengah tertidur pulas dengan mulut terbuka itu, kemudian aku mendudukkanya di sebuah sofa di pojok ruangan Diskotik ini.

“Ya! Agasshi cepat bangun! apakah kau punya seseorang untuk dihubungi?” tanyaku bingung sambil menepuk-nepuk pipinya agar ia terbangun. Tapi nihil hasilnya karena yang kudapat hanya sebuah gumaman yang tak jelas.

Pada akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka tasnya dan mengobrak-abrik seluruh isinya, aku tidak peduli lagi orang yang melihat akan menganggapku apa, yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa terlepas dari yeoja gila ini. Dan dengan mata yang berbinar aku tersenyum bahagia karena aku berhasil menemukan sebuah kartu nama, sejenak aku amati kartu nama tersebut dan betapa terkejutnya aku begitu mendapati nama pemilik kartu nama tersebut. Cho Kyuhyun? Kenapa gadis aneh ini bisa mendapatkan kartu nama Cho Kyuhyun?

Pertanyaan-pertanyaan bodoh itu mulai berterbangan di benakku, tapi aku tak mau pikir panjang lagi karena berada di samping yeoja aneh ini begitu membuat waktuku tersiksa. Dengan cepat aku segera menghubungi pemilik kartu nama tersebut.

**************

Author POV

Mobil dengan merek Lamborgini itu sedang melaju dengan kecepatan sedang, mata sang pemilik mobil tersebut terlihat sedang mengamati dengan seksama lekuk jalanan yang ia lewati, ia tak mau melewatkan sesuatu apapun itu. Mata hitamnya itu sedang mencari-cari sosok gadis yang beberapa saat lalu ditemuinya. Rasa cemas begitu mendominasi hatinya saat ini.

DDrrrttttt Ddrrrrtttttt

Terdengar suara getaran dari ponselnya, ia pun segera menyambar ponselnya dan menekan tombol berwarna hijau untuk menerimanya.

“Yobeseo?” kata Kyuhyun dengan mata yang tak terlepas dari sisi jalan.

“Apa ini benar nomor ponsel Cho Kyuhyun?” jawab seorang pria di seberang sana.

“Ne, benar ini Cho Kyuhyun.”

“Kalau begitu apakah anda mengenal nona Song Kihyun?”

“Oh ne! di mana dia sekarang?” ucap Kyuhyun berapi-api.

“Saat ini nona Song Kihyun sedang mabuk di sebuah Diskotik, tolong kau jemput dia sekarang. Aku akan memberimu alamat Diskotiknya lewat sms.”

“Mwo! Mabuk? Ne, aku akan segera menjempunya. Tolong kau jaga dia sampai aku datang, ne gamsahamnida.”

****************

Kyuhyun POV

Aku melangkahkan kakiku cepat memasuki sebuah Diskotik yang cukup ramai pengunjung malam ini. Mataku bergerak-gerak mencari sesosok gadis jelita yang baru kukenal beberapa jam yang lalu. Dan aku pun berlari kecil ketika seorang pria yang ku yakini adalah orang yang meneleponku tadi memberi isyarat padaku untuk mendekat ke arahnya. Aku melihat seorang gadis tengah tertidur pulas dengan mulut terbuka di samping pria itu. ‘Dasar yeoja aneh’ gumamku dalam hati.

Sosok pria itu semakin lama semakin terlihat jelas, mata basarnya itu terlihat tak asing begiku. ‘Ah! Bukankah itu Choi Minho!’ batinku dalam hati setelah bersusah payah mencari sebuah folder tua di dalam otakku.

“Choi Minho?” sahutku kepada pria bermata besar itu.

“Kyuhyun-ah! Lama tak bertemu!” jawab Minho yang segera berdiri dari duduknya dan memelukku hangat, Aku pun membalas pelukan hangat dari sahabatku itu.

“Ya, Minho-ah kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah kau seharusnya sekarang ada di New York,” ucapku yang masih tak percaya dengan kehadiran sahabat karibku itu.

“Ehm, aku sebenarnya sudah kembali sejak satu minggu yang lalu, miane karena tak segera menghubungimu,” jawab Minho dengan senyum mengembang.

“Gwenchana Minho-ah, aku sangat senang melihatmu sekarang.”

“Ah! Aku hampir lupa dengan yeoja aneh ini, siapa dia?” tanya Minho sambil menunjuk-nunjuk seorang gadis yang tengah tertidur pulas di sofa.

“Oh dia…, dia adalah calon isteriku,” jawabku datar yang disambut oleh teriakkannya.

“Mwo! Ya! Apa kau serius dengan pilihanmu? Aku akui jika gadis ini sangat cantik, tapi sayang tingkah lakunya mengerikan,” ucap Minho dengan mata membeliak. Mata besarnya itu kini menatapku tajam.

“Ya! Jangan menatapku seperti itu. Jangan pernah berpikir bahwa aku akan menikahi gadis ini karena alasan cinta. Ini tak seperti yang kau bayangkan Minho-ah, aku hanya menuruti apa yang kakek minta,” jelasku.

“Ya sudahlah, jangan lupa hubungi aku kalau kalian menikah. Aku harus segera pergi sekarang, urus calon isterimu itu!” ucap Minho terakhir kali sebelum ia pergi meninggalkanku sendiri dengan gadis pemabuk ini.

“Ya! Mau kemana kau? bantu aku!”

“Andwe! Aku tidak mau lagi berurusan dengan gadis anehmu itu!”

“Tsk! Kurang ajar! Dasar anak itu sama sekali tidak berubah,” umpatku kecil sambil menatap punggung Minho yang semakin mengecil.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Yang benar saja aku harus membopong tubuhnya sendirian. Aku pun menepuk-nepuk pipi lembutnya itu berusaha untuk membangunkannya.

“Ya! Song Kihyun cepat bangun!” pekikku dengan tangan yang masih menepuk-nepuk pipinya itu, dan akhirnya aku berhasil membuat matanya terbuka walaupun hanya setengah.

“Ehummm, Mwo! Duguseyo?” sahut Kihyun kacau.

“Dugu? Ya! Apa kau sudah lupa hah! Aku Cho Kyuhyun! Cepat bangun! aku akan mengantarmu pulang,” ucapku sedikit menyentaknya agar ia segera sadar, tapi sama sekali tak ada hasil.

Dadaku kembali berdebar-debar saat aku merasakan tangan mungilnya itu menarik lenganku hingga kini aku tertududuk tepat di sampingnya. Kemudian ia memposisikan kepalanya ke depan dada bidangku dan tertidur di sana. Oh! Tuhan tolong kuatkan imanku!

Tanganku kini kutangkupkan di kedua pipinya dan berusaha untuk mengubah posisi kepalanya, dan betapa terkejutnya aku ketika ia tiba-tiba terbangun. Ia mengangkat kepalanya dari dada bidangku dan menatapku intens sehingga membuat jarak antara wajah kami semakin dekat. Sedetik kemudian ia tersenyum aneh kepadaku yang sanggup membuat jantungku berhenti saat ini juga.

“Hemmm, hehhe annyeong Kyuhyun-ah! Kau sangat tampan sekali hari ini! Hahahha aku jadi ingin menciummu mumumumu,” racau Kihyun yang perlahan-lahan mendekatkan bibirnya ke bibirku.

“Ya! Song Kihyun! Apa yang….” Kata-kataku terpotong saat bibir ranum miliknya itu berhasil mendarat mulus di bibirku. Aku hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mataku saat ia semakin memperdalam ciumannya. Beberapa detik kemudian aku mencoba menikmati ciuman yang ia berikan kepadaku dengan memejamkan mataku dan sesekali membalas lumatan-lumatan kecil yang ia berikan di bibirku.

Mataku kembali terbuka saat ia tiba-tiba melepaskan ciuman kami yang mulai intens dan menuntut itu. Sejenak ia terseyum jahil kepadaku sebelum mata coklatnya itu kembali menutup dan kepalanya pun terjatuh di pundakku.

**************

Author POV

Seorang namja berabut ikal itu kini menatap kosong ke depan kemudinya, ia mencoba berkonsentrasi pada kemudinya tetapi selalu saja gagal karena kedua bola matanya itu tak ingin terlepas dari seorang yeoja yang kini tengah tertidur pulas di samping tempat duduknya. Sesekali ia tertawa kecil saat mendengar gumaman dan sendawa yang berasal dari mulut kecil gadis jelita itu.

“Ya! Song Kinhyun-shi di mana rumahmu?” tanya Kyuhyun.

“Hehheeh.. rumah? Aniyo, aku tidak punya rumah. Sekarang cepat antarkan aku ke sungai Han!” titah Kihyun dengan suara kacau sambil tertawa aneh.

“Mwo! Sungai Han? Mau apa kau ke sana tengah malam seperti ini?”

“Cerewet! Sudah cepat antarkan aku ke sana! Palli!” racau Kihyun di tengah kesadarannya yang masih tersisa dengan tangan mungilnya yang memukul-mukul bahu Kyuhyun.

“Yak! Gemanhe! Appo! Ne.. ne aku akan mengantarmu ke sana!”

***************

Kihyun POV

Perlahan kubuka kedua mataku yang masih terasa berat, ku edarkan pandanganku ke sekeliling dan betapa terkejutnya aku begitu mendapati diriku sedang berada di dalam mobil yang entah siapa pemiliknya. ‘Kenapa aku bisa sampai di sungai Han? Seingatku tadi aku sedang berada di sebuah Diskotik bersama si wajah bayi’ batinku dalam hati. Apu pun memicingkan mataku saat samar-samar kulihat seorang namja berambut ikal sedang duduk di tepian sungai Han, apakah pria itu yang membawaku ke mari? Lalu jika benar, kenapa ia membawaku ke tempat sepi di tengah malam seperti ini? Jangan-jangan dia beniat jahat kepadaku. Seketika bulu kedukku berdiri begitu membayangkan hal-hal menyeramkan akan terjadi kepadaku.

Aku pun berusaha kabur dengan membuka pintu mobil ini pelan-pelan berusaha meminimalisir suara yang akan ditimbulkan, tapi sia-sia karena sekarang ia menoleh ke arahku. Mampus kau Song Kihyun!

Pria berambut ikal itu pun bangkit dari duduknya dan kemudian berjalan mendekat ke arahku. Semakin lama wajahnya yang rupawan itu semakin terlihat jelas yang membuat dadaku berdebar sesaat.

“Ya! Duguseyo?” tanyaku panik dengan kedua tangan yang membentuk tanda silang di depan dadaku.

“Mwo! Dugu? Ya! Dasar nenek pikun! Aku ini Cho Kyuhyun!” jawab pria itu kasar dengan dahi berkerut, nada suaranya sarat akan kekesalan.

“Cho Kyuhyun?” gumamku lirih sambil berusaha mengingat wajahnya.

“Ya! Dasar babo! Baru beberapa jam saja kau sudah lupa denganku hah?! Aku Cho Kyuhyun pria yang kau temui di restoran siang tadi!” jelas pria itu dengan sorot mata menajam ke arahku.

“Cho Kyuhyun? Ah! Aku ingat sekarang, kau pria sombong itu kan? Cih! Untuk apa kau membawaku ke tempat sepi seperti ini?” jawabku dengan jari telunjuk yang kini teracung ke arahnya.

“Dasar yeoja tak tahu terimakasih, beruntung tadi aku tidak membuangmu di tengah jalan! Dan bukankah kau yang bersikeras menyuruhku untuk mengantarmu ke sini!” balas Kyuhyun dengan wajah memerah, sepertinya ia sudah mulai dikuasai amarah saat ini.

“Mwo! Benarkah? Apa tadi aku mabuk?” tanyaku dengan raut wajah bersalah karena sudah menuduhnya yang tidak-tidak.

“Mwo! Jadi kau tidak ingat apa yang sudah kau lakukan tadi hah?!” pekiknya dengan mata membeliak yang di sambut dengan gelengan dari kepalaku.

“Memang aku telah melakukan apa saat aku mabuk Kyuhyun-shi? Ah… jebbal cepat beritahu aku…,” rengekku. Seketika wajah putih mulus seperti porselen itu berubah warna menjadi merah padam yang semakin menambah rasa penasaranku.

“Andwe! Ini akan sangat memalukan jika kau sendiri tidak mengingatnya karena ini baru pertama kalinya untukku…,” jawabnya gugup yang semakin membuatku menatapnya curiga. Aku pun mencoba mengingat-ingat kembali apa yang sudah kulakukan saat aku mabuk tadi, dan aku tersentak ketika sebuah memori itu muncul tiba-tiba. Apa aku telah menciumnya?

“Apa aku tadi telah menciummu Kyuhyun-shi?” tanyaku yang seketika membuat rona pipinya semakin memerah seperti tomat. Oh My God! Sepertinya dugaanku benar.

“N…ne, kau tadi menciumku,” jawabnya yang membuat kedua bola mataku terbelalak terkejut.

“Mwo! Lalu aku menciummu di mana?” tanyaku menuntut.

“Kau menciumku tepat di bibir,” jawab Kyuhyun lagi dengan mata yang tak berani menatapku dan di saat itu pula aku menyadari betapa bodohnya diriku.

****************

Author POV

Laki-laki berambut ikal itu kini sedang terduduk di tepian sungai Han sambil sesekali melempar kerikil ke dalam sungai tersebut, dan di sampingnya kini duduk seorang gadis yang juga melakukan kegiatan yang sama dengannya. Suasana hening tak ada yang memulai pembicaraan hanya terdengar suara air yang mengalir teratur.

“Kihyun-shi berapa lama kau berpacaran dengan Kim Kibum?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.

“Ehmmm kira-kira tiga tahun. Dulu aku sangat mencintainya dan hingga kini pun kurasa aku masih mencintainya walaupun kutahu ia sudah mengkhianatiku. Sebenarnya kami sudah merencanakan sebuah pesta pernikahan kecil saat ia lulus kuliah nanti, tapi ternyata takdir berkata lain. Waktu melihatnya berciuman dengan gadis lain, aku sempat bersyukur karena Tuhan masih sayang padaku, Ia seakan membuka mataku yang selama ini tertutup rapat dan menyadarkanku bahwa Kibum bukanlah pria yang baik untukku,”  jawab Kihyun panjang dengan senyum masam. Dan suasana kembali menjadi hening.

“Kyunhyun-shi,” ucap Kihyun memecah keheningan.

“Wae?” jawab Kyuhyun yang enggan menatap gadis bermata coklat itu.

“Ada sesuatu yang sedari tadi ingin kutanyakan padamu.”

“Ya sudah tanyakan saja….,” jawab Kyuhyun datar.

“Kenapa kau setuju dengan perjodohan konyol ini?” tanya Kihyun yang seketika membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah gadis jelita itu.

“Agar kartu kreditku tidak diblokir oleh kakek,” ucap Kyuhyun enteng.

“Mwo! Hanya itu?”

“Ani ada satu alasan lagi.”

“Mwoya?”

“Aku sama sepertimu, sama-sama dikecewakan oleh cinta pertama,” jawab Kyuhyun. Wajah yang rupawan itu kini tertunduk.

“Lalu kenapa harus aku? Kenapa kau tidak memilih gadis lain selain aku? Bukankah ada banyak gadis yang kuyakin lebih sempurna dariku di luar sana,” tanya Kihyun menuntut.

“Itu karena aku tidak yakin jika gadis-gadis di luar sana lebih cantik darimu,” jawab Kyuhyun yang membuat Kihyun terperangah. Mata coklat itu kini menatap sosok laki-laki rupawan itu intens.

“Mwo! Ya! Jangan menatapku seperti itu! menakutkan tahu! Ayo kuantar pulang! Hari sudah terlalu malam,” ucap Kyuhyun yang segera beranjak dari duduknya dan kemudian melangkah cepat ke arah mobilnya. Gadis bermata coklat itu pun mengikuti langkah kaki Kyuhyun, sekilas sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya yang cantik itu.

*************

Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik ke arah Kihyun yang sedang mengamati jalanan kota Seoul yang masih cukup ramai. Dan Kyuhyun pun buru-buru memalingkan wajahnya ketika matanya bertemu pandang dengan mata coklat indah milik Kihyun itu.

“Wae? Kenapa kau memandangiku terus? Apa aku terlalu cantik sehingga membuatmu tidak bisa melepaskan pandanganmu dariku?” ucap Kihyun percaya diri.

“Mwo! Hah! Aku menyesal memujimu tadi!” ucap Kyuhyun berusaha menyangkal.

Sebuah ide jahil tiba-tiba terlintas di pikiran Kyuhyun, sebuah evil smrik pun kini menghiasi sudut bibirnya.

CKIIttt!!!

“Ya! Kyuhyun-ah! Apa kau ingin membuatku mati huh!” pekik Kihyun yang terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba memberhentikan mobilnya sehingga membuat tubuhnya terdorong ke depan.

“Kihyun-ah…,” jawab Kyuhyun lirih dengan mata sayu.

“Mwo? Kenapa kau menatapku aneh seperti itu!” tanya Kihyun panik, ia sadar dengan perubahan sikap Kyuhyun yang aneh itu.

“Aku ingin yang kedua kali,” jawab Kyuhyun sembari mendekatkan tubuhnya ke arah Kihyun dengan mengerlingkan salah satu matanya. Kihyun pun refleks memundurkan kepalanya begitu jarak antara wajahnya dan Kyuhyun semakin mendekat.

“Mmmwwwooo?” kata Kihyun tergagap dengan mata membulat.

“Aku ingin merasakanya kembali, merasakan hangatnya ciuman yang kau berikan tadi…,” ucap Kyuhyun yang semakin mencondongkan tubuhnya ke arah Kihyun hingga kini jarak di antara mereka tidak begitu kentara.

Kihyun kini bungkam, ia hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya menerima perlakuan Kyuhyun. Dan perlahan ia menutup kedua matanya saat dirasanya hangat desir nafas Kyuhyun menerpa wajah cantiknya itu. Kemudian BHUGH!! Sebuah jitakan kecil yang berasal dari kepalan tangan Kyuhyun mendarat mulus di kening Kihyun, dan membuat gadis jelita itu menatap Kyuhyun dengan tatapan pembunuh. ‘Kurang ajar kau’ batin gadis itu.

“Ya! Kenapa kau memejamkan matamu? Apa kau berpikir aku akan benar-benar menciummu hah?” ejek Kyuhyun yang kini terkekeh senang karena ia berhasil mengerjai Kihyun.

“Ya! Nappeunom….,” umpat Kihyun kesal. “Jika seperti ini apa benar aku telah merebut ciuman pertamamu? Sepertinya kau sudah sangat ahli dalam melakukannya, jika benar begitu kau sama saja brengseknya dengan Kibum” lanjut Kihyun dengan tersenyum penuh arti.

“Ya! Jangan pernah kau samakan aku dengan pria hina itu, aku akui jika aku memang suka bermain dengan wanita tapi setidaknya aku tidak pernah mengumbar kata cinta seperti yang sudah ia lakukan padamu.”

“Aku memang sering berciuman dengan yeoja, tapi ciuman itu hanya sekedar sebuah kecupan ringan di pipi atau di kening mereka. Kalau ciuman di bibir kau lah yeoja pertama yang menciumku,” jawab Kyuhyun enteng. Seketika itu juga dada Kihyun berdegup kencang, ia kembali terpaku menatap namja tampan di hadapanya.

“Ya! Berhenti menatapku seperti itu! cepat beritahu aku alamat rumahmu,” kata Kyuhyun lagi yang kembali melajukan mobilnya.

**************

Kihyun POV

Kami berhenti tepat di depan gedung apartemenku, dan dadaku tak pernah berhenti berdegup kencang sejak kami berada di sungai Han tadi, ada apa dengaku sekarang?

Dengan cepat aku segera membuka pintu mobil Kyuhyun, dan seketika kurasakan tubuhku membeku ketika tangan besarnya itu menahanku yang hendak keluar dari dalam mobilnya, mau tak mau aku harus kembali menatap mata jernihnya itu lagi.

“Wae? Ada apa lagi?”

“Kihyun-shi…. Ah ani Kihyun-ah, aku tidak main-main dengan ucapanku di restoran siang tadi,” ucap Kyuhyun dengan sorot mata menajam ke arahku, nada bicaranya kali ini terdengar serius.

“Mwo? Ucapanmu yang mana?”

“Ah! Kau ini memang dasar nenek pikun! Kenapa kau harus membuatku mengulanginya lagi hah!” racau Kyuhyun kesal dan aku pun hanya menatapnya bingung tapi sedetik kemudian eskpresinya berubah menjadi serius.

“Dengarkan aku baik-baik, aku tak akan mengulangi untuk ketiga kalinya,” ucapnya yang kemudian menghirup nafas kuat-kuat sebelum ia melanjutkan kalimatnya. “Song Kihyun menikahlah denganku.”

Lagi-lagi ia membuatku terperangah dengan kata-katanya dan kini aku hanya bisa menatapnya tak percaya karena aku tak mampu lagi untuk berkata-kata.

“Ya! Song Kihyun! Apa kau bisu hah? Cepat jawab aku sekarang!” pekiknya yang membuatku tersadar dari lamunanku.

“Aku akan menikah denganmu jika kau memberiku cincin saat ini juga,” jawabku sedikit menggoda.

“Aish! Kau ini merepotkan saja!” balasnya kesal, salah satu tangannya kini merogoh saku celananya berusaha menemukan seseuatu yang bisa dibuat menjadi cincin saat ini juga.

“Kalau tidak ada, itu artinya aku meno….,” ucapanku terpotong saat aku merasa tangan kananku ditarik paksa olehnya, ia terlihat berusaha menyematkan sesuatu di jari manisku. Senyum tipis pun terulas di bibirku ketika mendapati sebuah karet gelang telah melingkar di jari manisku.

“Ya! Kenapa karet gelang!” protesku.

“Sudahlah jangan cerewet, aku akan memberimu sebuah cincin berlian termewah sungguhan ketika kau dan aku bersanding di altar pernikahan kita nanti. Dan sekarang tepati janjimu untuk menikah denganku!” jawab Kyuhyun yang sedari tadi menatapku intens. Dan entah setan dari mana yang telah merasukiku sehingga aku mengangggukkan kepalau mantap, sebuah senyuman manis kini pun menghiasi sudut bibirnya.

“Baiklah, Song Kihyun bersiaplah, pernikahan kita akan dilaksanakan satu minggu dari sekarang,” ucapnya yang membuat mataku terbelalak.

“Mwo! Satu minggu?!”

*****************

Satu minggu kemudian

Author POV

Entah ini sudah yang keberapakalinya Kihyun menatap pantulan dirinya di kaca berukuran besar yang terletak tepat di depannya. Gaun putih panjang tak berlengan dengan renda-renda berserta taburan berlian yang di tata secara apik itu membalut tubuh Kihyun yang indah. Sebuah mahkota kecil yang bertahtakan batu berlian kini terpasang di puncak kepalanya. Rambutnya yang panjang coklat itu dibiarkan terurai dengan tudung yang juga telah tepasang di kepalanya.

Tiba-tiba terdengar suara pintu tebuka yang membuat gadis jelita itu sedikit tersentak dan segera memalingkan wajahnya ke arah pintu tersebut.

“Kyuhyun-shi.”

“Ya! Apa wanita memang harus seperti ini? Cepat keluar! Para tamu sudah menunggu. Oh ya dan mulai sekarang hilangkan imbuhan ‘shi’ di belakang namaku.”

“Baiklah Kyuhyun-ah, bagaimana penampilanku saat ini?,” ucap Kihyun menggoda sambil sedikit berpose.

“Menyakitkan mata,” jawab Kyuhyun singkat yang seketika membuat alis Kihyun kini bertaut.

“Ya! Apa kau tidak bisa membuat kata-kata yang manis selain itu hah?!”

“Andwe, aku tidak ingin berbohong sekarang,” balas Kyuhyun datar.

“Hahh…. Selamat tinggal masa lajangku yang indah, kenapa aku harus memiliki calon suami sepertimu?” ucap Kihyun mengehela nafas berat sambil mengelus dada.

“Kau ini berlebihan sekali! Bukankah ini hanya pernikahan sementara? Kau tenang saja, begitu nanti aku dapat meredam amarah kakek, aku akan segera menceraikanmu,” jelas Kyuhyun.

***************

Kihyun POV

“Kau ini berlebihan sekali! Bukankah ini hanya pernikahan sementara? Kau tenang saja, begitu nanti aku dapat meredam amarah kakek, aku akan segera menceraikanmu. Kau tidak berpikir bahwa kita akan hidup bersama selamanya kan?” jelas Kyuhyun.

DEG! Entah saat ini aku harus merasa senang atau tidak mendengar rangkaian kata-kata Kyuhyun, yang jelas saat ini hatiku terasa sakit.

“Ya sudah, cepatlah keluar. Kutunggu kau di altar lima menit lagi,” ucap Kyuhyun lagi yang kemudian lenyap di balik pintu.

Kuletakkan telapak tanganku di dadaku, berusaha menahan rasa sakit yang mendera hatiku saat ini. Ya Tuhan apa yang sebenarnya terjadi pada diriku? Kenapa hatiku terasa sangat sakit sekarang? Kenapa sekarang anganku menginginkan Kyuhyun untuk menjadi teman hidupku selamanya?

Semua pertanyaan itu tak berhasil terjawab karena kulihat appa sudah menungguku di depan ambang pintu dengan senyuman khasnya.

“Kihyunie, ayo semua sudah menunggumu.”

“Ne appa,” jawabku ragu yang kemudian berjalan pelan menghampiri lelaki setengah baya itu.

****************

Author POV

Alunan musik khas pernikahan kini menggema di seluruh ruangan, mengiringi proses upacara sakral penyatuan kedua insan yang berbeda. Di penghujung altar terlihat seorang namja berparas rupawan sangat antusias menanti seorang gadis yang beberapa menit lagi akan sah menjadi isterinya.

Dan semua mata kini menatap seorang gadis jelita yang berbalut gaun indah melangkah anggun menuju altar. Tangan kiri gadis itu memegang sebuket bunga mawar putih yang indah sementara tangan kanannya mengamit lengan appanya erat, sangat erat malah karena ia berusaha untuk menyembunyikan kegugupannya.

Kemudian tibalah gadis itu di penghujung altar yang di sambut dengan suka cita oleh lelaki berambut ikal yang sedari tadi telah menunggunya. Dan kini mereka pun bersanding di altar, menghadap seorang pendeta untuk saling mengikat janji, janji suci pernikahan.

Tepuk tangan dan suara riuh para tamu undangan pun menggema di seluruh pelosok ruangan ketika sang pengantin wanita berkata ‘Ya, aku bersedia’ yang sekaligus mengakhiri prosesi sakral penyatuan kedua insan yang berbeda itu. Tepuk tangan dan suara riuh itu semakin keras menggema ketika kedua bibir sepasang manusia yang telah sah menjadi suami isteri beberapa detik yang lalu menyatu.

****************

Kihyun POV

Kini aku terjebak di dalam kamar sebuah hotel bersama namja yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi suamiku. Aku terduduk di sebuah sofa dengan gaun pengantin yang masih lengkap membalut tubuhku, dan kulihat kini Kyuhyun tengah melepas jas putihnya dan melemparnya sembarangan.

“Aish! Kenapa panas sekali hari ini?” ucapnya kesal sambil melucuti satu persatu kacing kemejanya.

“Ya! STOP!” teriakku saat melihat dada bidangnya mulai terekspos.

“Wae?” Kyuhyun menatapku bingung.

“Ya! Kenapa kau membuka bajumu di sini?” tanyaku setengah membentak dengan kepala tertunduk.

“Memangnya kenapa? Bukankah kita sudah sah menjadi suami isteri,” jawabnya santai sambil terus melucuti kancing kemejanya hingga dada bidangnya terekspos sempurna. Beberapa saat kemudian ia melirikku dengan evil smrik-nya yang sontak membuat bulu kudukku berdiri.

“Kihyun-ah kenapa kau tak melepas bajumu? Bukankah malam ini adalah malam pertama kita,” kata Kyuhyun yang membuat mataku melotot tajam  ke arahnya.

“Mwo!”

Perlahan Kyuhyun melangkah mendekat ke arahku, kemudian kedua tangannya yang besar itu dengan sigap mengangangkat tubuhku ala Bridal Style yang kemudian menghempaskan tubuhku di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar tersebut.

“Ya! Cho Kyuhyun apa yang akan kau lakukan hah!” bentakku dengan kedua tangan yang membentuk tanda silang di depan dadaku.

“Ya! Cho Kyuhyun! Jangan lepas celanamu di sini!”

-To be Continue-

Annyeong chingu-chingu….!! ^^

Mian kalau publisnya kelamaan hehheh 😀

Gimana? ancur yah? aduh maaf banget kalau part ini mengecewakan dan terlalu panjang juga’ cman fokus ke Kyuhyun n Kihyun nya aja… >o< abis author nulis buru-buru sih hheehhe *Author males deh ya hehe 😛

Saran dan Kritik dari pembaca sekalian sangat diterima dengan lapang dada….

jangan lupa komen sam like nya yah…. ^^ 

26 thoughts on “FF: Baby I need Love [Part 3]

  1. Ping balik: FF: Baby I need Love [Part 6] | rahmassaseol

  2. Hai hai.. Aku reader baru.. Salam kenal chingu *taburbunga*
    Kyu mesum xD
    Mau ngapain tuh kyu nya ? #ngacir ke part sebelah

  3. Abis ini pasti bakal langsung ngakak hahaha…
    Lucu bgt mereka
    apalagi kyu waktu dia bilang fisrt kiss mu adalah bersamamu hahaha

  4. Sama sama di sakiti oleh orang yang di cintai.
    Ki Hyun merebut first kiss Kyuhyun. Wkwkwkwk. Kyuhyun pasti shock banget, tapi menikmati. Kekekeke

  5. Hmmm..
    Si kyu bener” kamvrett bukannya muji si kihyun ehh dia mlah ngejek die ckckck gak patut ditiru ! Ahahaha..
    Very nice author-nim !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s